Bimbingan “Produktif di Usia Pensiun” pada Kegiatan Sekolah Lansia di Depok, Jawa Barat, pada 8 September 2025. Foto: Dokumentasi pribadi/ukmdanbursa.com.
Oleh Coach Karyanto,
Pioneer in Training & Coaching Pensiun Mulia
UKMDANBURSA.COM – Pesatnya perubahan demografi dan semakin panjangnya usia harapan hidup di Indonesia membuka peluang strategis untuk memobilisasi potensi besar kelompok pensiunan, dalam mendukung produktivitas ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik mencatat Angka Harapan Hidup di Tanah Air mencapai sekitar 74,47 tahun pada 2025, menggambarkan peningkatan kualitas hidup seiring bertambahnya umur republik ini.
Melihat fenomena itu, kami mengambil inisiatif strategis untuk mengembangkan kapabilitas para pensiunan, agar tetap produktif dan berdaya secara ekonomi. Sepanjang tahun 2025, Program Training & Coaching Online — yang
penulis pimpin — telah membimbing lebih dari 1.000 pensiunan dari berbagai wilayah di Indonesia untuk siap berkarya menjadi solopreneur yang andal, dengan personal branding yang autentik.
Artikel pilihan:
Putusan Inkracht Perkara Merek Produk Minyak Balur, Akhir atau Babak Baru?
Tantangan dan Peluang Demografi RI
Transisi demografi Indonesia tercatat menunjukkan proporsi penduduk lansia terus meningkat, seiring pertumbuhan usia harapan hidup dan perubahan struktur penduduk. Dampak langsungnya adalah muncul kelompok pensiunan yang berpotensi tetap aktif secara ekonomi dan sosial.
Di sisi lain, data menunjukkan banyak lansia masih bekerja, terutama di sektor informal, meski penghasilan mereka sering kali di bawah standar kebutuhan hidup layak. Kondisi ini menjadi peluang besar apabila dikembangkan secara sistematis, dengan:
- Pensiunan tidak hanya menjadi penerima manfaat sosial, tetapi juga didukung menjadi kontributor aktif terhadap perekonomian nasional.
- Masa purnabakti tidak harus berarti beban, melainkan silver economy yang produktif.
- Pensiunan mampu bertransformasi menjadi pelaku ekonomi secara solopreneurship.

Langkah Strategis Training & Coaching
Dalam langkah-langkah nyata yang dapat dikontribusikan, penulis mengembangkan program dengan pendekatan komprehensif berbasis kebutuhan nyata para pensiunan. Fokus utama program mencakup:
1.Menyusun roadmap solopreneurship
Dalam program ini, 100% materi yang diajarkan kepada peserta adalah full practice. Sehingga, peserta mampu menyusun dan mengembangkan ide usaha mandiri yang sesuai dengan minat dan kompetensi mereka. Ini seperti: konsultasi/trainer/coaching sesuai keahlian profesi sebelumnya, serta menjual produk digital dan jasa berbasis pengalaman.
Training ini dipadukan dengan coaching. Jadi, tidak sekadar pengajaran teori, tetapi ada pendampingan intensif menuju go-to-market bagi para pensiunan.
Artikel pilihan:
Peluang dan Tantangan 2026: Likuiditas Ada, Belum Sepenuhnya Jadi Pertumbuhan
2. Mendisain personal branding autentik
Setiap peserta dibimbing untuk membangun personal brand yang kuat dan relevan dengan target pasar mereka (niche market). Dengan demikian, mampu meningkatkan daya tarik usaha serta membuka jaringan kolaborasi.
3. Pendekatan psikososial & motivasi produktif
Program ini juga menghadirkan pendampingan psikososial melalui coaching, untuk membantu pensiunan mengatasi rasa kehilangan tujuan setelah berhenti kerja, membangun kembali purpose, dan menyalurkan energi produktif secara positif. Sesi ini dikemas dengan mendorong Growth Mindset yang terstruktur.
New Beginning Kreatif
Penulis berharap Training & Coaching Pensiun Mulia dapat meningkatkan peran produktif pensiunan Indonesia melalui Training Solopreneurship dan Personal Branding. Penulis pun optimistis peserta pada tahun ini akan terus meningkat, karena sekitar 80% pensiunan di Indonesia tidak memiliki skema dana pensiun. Artinya, mereka harus tetap produktif untuk mencari penghasilan.
Program Training & Coaching Pensiun Mulia ini diharapkan menjadi inspirasi komunitas mengenai makna pensiun bukan sebagai akhir masa produktif, tetapi sebagai new beginning yang kreatif dengan peran baru dalam kehidupan. Lebih jauh, potensi pensiunan yang produktif akan membantu menciptakan perekonomian yang lebih inklusif.
Dengan jumlah pensiunan yang makin banyak dan harapan hidup yang semakin panjang, kontribusi mereka tidak terbatas pada konsumsi. Lebih dari itu, juga memperkuat kewirausahaan dan bahkan penciptaan lapangan kerja baru yang semakin dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi.
Era pensiun kini berubah wajah. Dengan program pelatihan yang tepat, pensiunan bukan lagi diposisikan sebagai penerima manfaat semata, melainkan sebagai sumber produktivitas dan kontribusi nyata kepada bangsa. Penulis optimistis, Program Training & Coaching Pensiun Mulia yang konsisten mampu memperkuat literasi ekonomi dan digital, keterampilan solopreneurship, hingga personal branding autentik. Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi human capital yang akan memperkuat produktivitas nasional dalam jangka panjang. ***

1 thought on “Bangkitkan Potensi Besar Pensiunan, Dukung Produktivitas Indonesia”