Bank Nobu melayani kredit korporasi maupun usaha rakyat. Image: NOBU.
JAKARTA, ukmdanbursa.com – Seiring pergerakan bursa Indonesia yang banyak diwarnai dinamika aksi korporasi emiten-emiten terafiliasi konglomerat papan atas, Otoritas Jasa Keuangan membeberkan sejumlah perkembangan terbarunya. Misalnya, terkait proses bisnis PT Bank Nationalnobu Tbk setelah diakuisisi Hanwha Life Insurance dari Korea dan rencana mergernya.
“OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sedang melakukan penelaahan lebih lanjut mengenai kewajiban penawaran tender wajib oleh Hanwha Life sesuai dengan Peaturan OJK No 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka. Ini termasuk melakukan konfirmasi kepada Hanwha Life,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam keterangan di Jakarta, Kamis (31/7/2025) malam.
Inarno juga memaparkan, OJK belum menerima informasi lebih lanjut dari Hanwha Life terkait rencana proses merger antara Bank Nationalnobu (NOBU) dengan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP). OJK akan menanyakan kepada NOBU yang sebelumnya dikuasai Lippo Group dan BABP mengenai rencana merger tersebut.
Hal ini menyusul berpindah tangannya 2,9 miliar saham NOBU atau 40% kepada konglomerasi perusahaan Korea Selatan itu. Hanwha pada 1 Juli lalu mengabarkan mengambil alih saham NOBU, dari keluarga Riady dan perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Lippo, yakni PT Putera Mulia Indonesia, PT Prima Cakrawala Sentosa, PT Star Pasific Tbk, PT Inti Anugerah Pratama, PT Ciptadana Capital, PT Lenox Pasifik Investama Tbk, serta PT Multipolar Tbk.
Berita terkait:
Indeks Kepercayaan Industri Tembus 52,89, BM CPO dan Mineral ke AS Bisa Dekati 0%?
Sementara itu, MNC Group yang didirikan Hary Tanoesoedibjo mengabarkan berita anyar terkait emiten anak usahanya. Konglomerat yang dibesarkan di Surabaya itu sudah lama berteman karib dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terutama melalui jalur kerja sama bisnis di bidang properti dan hiburan.
“PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) telah menunjuk salah satu divisi dari Smash Capital, perusahaan investasi yang berbasis di Los Angeles dan New York, sebagai penasihat strategis. Tim Smash terdiri dari Kevin Mayer, bersama dengan Evan Richter dan Nicole Iacopetti,” papar Investor Relations MSIN Luthan Fadel Putra dalam keterangan di Jakarta, Kamis (31/7/2025) ini.
Penunjukan tersebut akan mendukung MSIN dalam area strategis utama. Ini termasuk transformasi digital, konten dan kemitraan, ekspansi global, monetisasi, dan inovasi produk.
Peran penasihat ini mencakup seluruh pengembangan aset digital MSIN. Ini termasuk platform over-the-top (OTT) yang memiliki pertumbuhan terpesat, RCTI+ (AVOD) dan Vision+ (SVOD), serta multi-channel network berbasis YouTube (MCN), divisi digital marketing, talent, dan KOL agency, serta unit produksi dan distribusi konten yang mencakup original series, mikrodrama, drama series, dan animasi.
Bagaimana BUMI?
Terkait kuasi reorganisasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Inarno memaparkan, emiten yang dikendalikan Bakrie Group ini telah melakukan keterbukaan informasi pada 22 April 2025 mengenai rencananya. OJK telah menyampaikan tanggapan atas keterbukaan informasi tersebut pada 25 April.
“BUMI telah melaksanakan RUPSLB pada tanggal 2 Juni 2025, dengan hasil persetujuan untuk melaksanakan kuasi reorganisasi. Kuasi reorganisasi ini diatur dalam Peraturan No IX.L.1 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kuasi Reorganisasi,” ujar Inarno.
Berita terkait:
Melonjak 11,5%, Realisasi Investasi Triwulan II Tembus Rp 477,7 Triliun
Issue Pendiri COIN
Inarno juga menjelaskan mengenai issue terkait PT Indokripto Koin Semesta (COIN) yang baru saja sukses melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat memulai transaksi perdana di bursa Indonesia pada 9 Juli, harga sahamnya langsung merangsek ke batas auto-rejection atas (ARA), melonjak 35% menjadi Rp 135 dari harga penawaran umum Rp 100 per saham.
“Menindaklanjuti informasi yang termuat dalam media massa terkait dugaan korupsi lelang barang rampasan negara yang melibatkan Andrew Hidayat sebagai salah satu pengendali Indokripto Koin Semesta, OJK telah meminta konfirmasi tertulis kepada perseroan yang selanjutnya telah direspons serta diungkap dalam Dokumen Pernyataan Pendaftaran, yang pada pokoknya menyatakan Andrew bukan merupakan pemilik manfaat akhir dari PT Indobara Utama Mandiri (IUM) dan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan IUM pada saat IUM mengikuti proses lelang barang rampasan negara itu,” tandasnya.

Hal tersebut didukung surat pernyataan Andrew tanggal 13 November 2024 yang disampaikan kepada BEI, dan pendapat hukum dari Konsultan Hukum Ginting & Reksodiputro pada tanggal 25 Juni 2025. Penetapan Andrew sebagai salah satu pemilik manfaat akhir PT Indokripto Koin Semesta Tbk telah dilaporkan kepada Menkumham melalui SABH pada tanggal 27 Agustus 2024, dalam rangka pemenuhan Perpres No 13 Tahun 2018.
“Lebih lanjut berdasarkan pendapat hukum dari Kontor Hukum Ginting & Reksodiputro diperoleh informasi, penetapan Andrew sebagai salah satu pemilik manfaat akhir pada masing-masing entitas anak perseroan yaitu CFX dan ICC telah dilaporkan kepada Kepala Bappebti pada tanggal 3 Januari 2025. Ini dalam rangka pemenuhan Pasal 23 Peraturan Bappebti No 8/2021 dan Pasal 62 POJK No 27/2024,” paparnya.
Pada kesempatan terpisah sebelumnya, Direktur Utama COIN Ade Wahyu membeberkan tingginya minat masayarakat membeli saham IPO-nya. Saham emiten anyar ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari 180 kali, dengan total pemesanan dari 200.000 lebih calon investor.

1 thought on “Apa Kabar Bank Nobu, BUMI, dan Emiten Terafiliasi Konglomerat Lain?”