Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia dan Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga DPN Apindo. Foto: Dokumentasi pribadi.
Oleh Sarman Simanjorang,
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia dan
Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga DPN Apindo
UKMDANBURSA.COM – Dunia usaha menyampaikan rasa prihatin dan ikut berduka cita atas terjadinya korban hingga meninggal dunia dalam rangkaian unjuk rasa belakangan ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, dan bangsa ini dikaruniai pencerahan untuk meninggalkan semua kegelapan.
Pengusaha juga berharap agar aksi unjuk rasa ini dapat diakhiri secara persuasif, damai, dan penuh semangat persatuan dan kesatuan. Kita harus mempertimbangkan, terjadinya unjuk rasa di Jakarta dan berbagai daerah yang berkepanjangan akan mengganggu aktivitas ekonomi, merugikan bangsa dan negeri yang harus kita cintai.

Berita terkait:
Tunjangan DPR Dicabut dan Moratorium Kunjungan Kerja ke Luar Negeri
Membuyarkan Minat Investasi
Jika masyarakat takut keluar rumah lantaran demo berkepanjangan yang sering ditunggangi aksi anarkis, maka berbagai sektor usaha akan terganggu. Ini terutama seperti sektor transportasi, perdagangan, kuliner, mal/pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan logistik.
Jika unjuk rasa semakin tidak kondusif, akan akan merugikan perekonomian kita dan tentu semakin menjauhkan kita dari target pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini juga berarti pengangguran di Tanah Air meningkat, lantaran tiap tahun bertambah banyak jumlah angkatan kerja baru, mencapai jutaan orang.
Aksi unjuk rasa tersebut juga mendapat perhatian media asing, yang tentu akan ditonton para calon investor. Ini tentu akan mengganggu psikologi mereka untuk berani menanamkan modal di Indonesia, karena menggangap situasi negara kita kurang kondusif dari sisi keamanan.
Ketidakkondisifan ini juga akan mengganggu pasar keuangan kita. Dalam transaksi di Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) pagi ini dibuka melemah, seiring tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan terganggunya arus turis asing lantaran membatalkan kunjungan ke Indonesia.

Berita terkait:
Beban Bunga Utang Pemerintah Hampir Rp 600 Triliun, Ini 6 Hal Perlu Diwaspadai di RAPBN 2026
Kedepankan Dialog
Tentu, masalah ini akan merugikan perekonomian kita. Untuk itu, dunia usaha sangat berharap agar pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah dan upaya persuasif agar aksi unjuk rasa tersebut dapat diakhiri. Dengan demikian, berbagai aktivitas masyarakat normal kembali dan laju pemulihan ekonomi dapat diakselerasi.
Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi. Jika ingin melakukan unjuk rasa, agar dilaksanakan dengan damai, rukun, dan kondusif, jangan sampai merusak fasilitas umum karena itu dibeli dari pajak rakyat juga.
Sebagai contoh, perusakan fasilitas umum TransJakarta sangat disayangkan, karena fasilitas itu dipergunakan jutaan warga Jabodetabek. Hendaknya hal ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar tidak terulang.
Di sisi lain, diperlukan juga keterbukaan pemerintah dalam membuat kebijakan dan menerima masukan positif. Mari kita akhiri semua masalah ini dengan damai.
Jangan mudah terprovokasi, karena pemerintah kita juga sedang bekerja keras untuk membangun perekonomian kita yang kuat, yang tentunya semuanya juga harus dibuktikan untuk kesejahteraan masyarakat. Kita mendukung ajakan Presiden Prabowo Subianto agar DPR maupun lembaga/kementerian lebih responsif, mengundang, dan menerima masukan berbagai tokoh masyarakat, mahasiswa, dan elemen lainnya.
Tak lupa kepada seluruh menteri agar lebih terbuka menerima berbagai masukan dan aspirasi masyarakat. Jangan pernah ragu untuk membuktikan semua bisa berubah, menuju kebaikan bersama!

1 thought on “Dunia Usaha Berharap Demo Segera Diakhiri Secara Persuasif”