Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, Jakarta, Jumat (1/8/2025). Foto: BPS/ukmdanbursa.com/Ester Nuky.
JAKARTA, ukmdanbursa.com – Neraca perdagangan barang Indonesia surplus US$ 4,10 miliar pada Juni 2025, turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$ 4,30 miliar. Sementara itu, inflasi month-to-month (mtm) Juli 2025 mencapai 0,30%, secara year-to-date (ytd) 1,69%, dan year-on-year (yoy) 2,37%. Kendati meningkat dari bulan lalu, inflasi masih dalam sasaran Bank Indonesia 1,5-3,5% tahun ini.
“Neraca perdagangan Indonesia itu mencatatkan surplus selama 62 bulan berturut-turut. Surplus ini berlanjut sejak Mei 2020,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam Konferensi Pers BPS, Jakarta, Jumat (1/8/2025).
Berita pilihan:
Apa Kabar Bank Nobu, BUMI, dan Emiten Terafiliasi Konglomerat Lain?

Di sisi lain, BPS mencatat secara yoy, surplus neraca perdagangan barang Juni 2025 naik tajam dibanding bulan sama tahun lalu US$ 2,39 miliar. Hal ini lantaran ekspor pada Juni 2025 mencapai US$ 23,44 miliar, melonjak 11,29% secara year on year. Nilai ini terdiri atas ekspor migas senilai US$ 1,11 miliar atau turun 9,85% dan ekspor nonmigas melambung 12,61% menjadi US$ 22,33 miliar.
Sementara itu, total nilai impor pada Juni 2025 mencapai US$ 19,33 miliar. Impor hanya naik 4,28% dibandingkan Juni 2024. “Hal ini lantaran impor migas turun 32,07% secara tahunan menjadi US$ 2,22 miliar. Sedangkan impor nonmigas senilai US$ 17,11 miliar, meningkat 12,07% secara yoy,” ucapnya.


Berita pilihan:
Melonjak 11,5%, Realisasi Investasi Triwulan II Tembus Rp 477,7 Triliun
Semester I Surplus Naik ke US$ 19,48 Miliar
Badan Pusat Statistik melaporkan, ekspor pada periode Januari-Juni 2025 menembus US$ 135,41 miliar. Ekspor naik 7,70% secara kumulatif (ctc), dibandingkan periode sama tahun lalu senilai US$ 125,73 miliar.
Nilai impor Indonesia Januari sampai Juni 2025 mencapai US$ 115,94 miliar atau naik 5,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 8,60% menjadi US$ 100,07 miliar.
“Sepanjang Januari-Juni 2025, neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 19,48 miliar. Ini naik sebesar US$ 3,90 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu,” ucap Pudji.
Inflasi Inti dan Pendidikan Meningkat
BPS mencatat, pada Juli 2025 terjadi inflasi yoy sebesar 2,37%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,60. Inflasi yoy tertinggi terjadi di Provinsi Papua Selatan sebesar 5,45% dengan IHK sebesar 112,63 dan terendah terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 0,43% dengan IHK sebesar 108,55.
“Sementara, inflasi kabupaten/kota yoy tertinggi terjadi di Kabupaten Toli-Toli sebesar 5,98% dengan IHK sebesar 118,12. Sedangkan, terendah terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 0,40% dengan IHK sebesar 106,41,” ucapnya.
Tingkat inflasi yoy komponen inti Juli 2025 sebesar 2,32%. Sedangkan inflasi inti mtm sebesar 0,13% dan inflasi ytd sebesar 1,38%.
“Tingkat inflasi komponen inti meningkat dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Komoditas yang memberikan andil inflasi pada Juli 2025 di antaranya adalah emas perhiasan, kopi bubuk, dan minyak goreng,” urainya.
Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi secara tahunan. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Juli 2025 adalah tarif air minum PAM (di 13 wilayah), sigaret kretek mesin (SKM), dan bahan bakar rumah tangga.
“Komponen bergejolak juga mengalami inflasi secara tahunan. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Juli 2025 adalah bawang merah, tomat, dan beras,” ujarnya.

Pudji menyoroti secara khusus inflasi pendidikan. Inflasi tertinggi Juli (mtm) di sektor pendidikan 0,82% dengan andil 0,05%, seiring dimulainya tahun ajaran baru sekolah.
“Kelompok pendidikan masih berpotensi memberikan andil terhadap inflasi pada 2 bulan berikutnya (Agustus – September). Beberapa komoditas menjadi penyumbang utama andil inflasi pada kelompok ini, di antaranya adalah komoditas biaya sekolah dasar dengan andil inflasi 0,02% dan biaya sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, bimbingan belajar, dan taman kanak-kanak dengan andil masing-masing sebesar 0,01%,” tandas Pudji.

4 thoughts on “Surplus Neraca Perdagangan Turun ke US$ 4,1 Miliar, Inflasi Juli Naik Tembus 0,30%”