Warga ramai antre mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan di Bogor, 4 Agustus 2025. Foto: ukmdanbursa.com/ Ester Nuky.
JAKARTA, ukmdanbursa.com – Manajemen PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk tidak berniat memperluas fasilitas yang melayani JKN Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Laba bersih emiten berkode saham MIKA itu melonjak 6,5% year on year menjadi Rp 639,7 miliar.
“Laba kotor meningkat 6,5% yoy (versus Rp 1,32 triliun pada semester I 2024), didukung oleh peningkatan margin farmasi sebesar 5%, yang berasal dari campuran kasus kompleks dan leverage operasional. GPM (gross profit margin) tercatat sebesar 54,7% (vs 53,7% pada paruh I tahun lalu). Laba bersih MIKA menguat sebesar 6,5% secara tahunan menjadi Rp 639,7 miliar, mencapai 49,3% dari target (estimasi) full year 2025 versi MNCS dan konsensus. Margin laba bersih meningkat sebesar 50 bps menjadi 25,0% pada semester I tahun ini,” kata Research Analyst dari MNCS Research Division M Rudy Setiawan dalam keterangan di Jakarta. Senin (5/8/2025) pagi.


Berita terkait:
Melonjak 11,5%, Realisasi Investasi Triwulan II Tembus Rp 477,7 Triliun
Laba ke depan diperkirakan juga terus tumbuh solid, didukung penguatan pendapatan. Laba bersih tahun 2025 dan 2026 diproyeksi menembus Rp 1,29 triliun dan Rp 1,43 triliun, meningkat dibanding perolehan 2024 Rp 1,15 triliun.
Tarik Pasien Swasta, Tumbuh Double Digit?
Manajemen emiten pengelola jaringan rumah sakit premium ini menjelaskan, volume peserta BPJS akan tetap rendah seiring dengan pengetatan sistem yang sedang berlangsung. Tanpa adanya pengetatan BPJS, volume seharusnya tumbuh di kisaran mid-to-high single digits.
“Sebagai ganti (ekspansi layanan BPJS), strategi yang diambil adalah menarik lebih banyak pasien swasta di rumah sakit yang sudah ada. Ini dengan cara meningkatkan intensitas dan kompleksitas perawatan; melanjutkan investasi pada bedah ortopedi robotik dan terapi air rezum; serta memperkuat infrastruktur digital dan sistem informasi rumah sakit untuk efisiensi operasional,” paparnya.
Berita terkait:
Surplus Neraca Perdagangan Turun ke US$ 4,1 Miliar, Inflasi Juli Naik Tembus 0,30%
Manajemen memperkirakan momentum positif secara tahunan (year on year) berlanjut pada Mei–Juni, setelah kuartal I tahun 2025 yang lemah sebagian karena dampak wabah demam berdarah pada tahun fiskal 2024. Meski belum ada panduan resmi untuk proyeksi tahun fiskal 2026, manajemen memperkirakan akan terjadi pertumbuhan pendapatan dua digit kembali, didukung oleh kontribusi dari dua rumah sakit baru serta pertumbuhan yang berkelanjutan dalam volume pasien, harga, dan intensitas perawatan. Hal ini mencerminkan normalisasi menuju jalur pertumbuhan yang lebih tinggi pascaekspansi.
Sementara itu, total tempat tidur operasional mencapai 4.160 per semester I tahun 2025, tumbuh 4,7% secara yoy. Namun, tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) menurun menjadi 55,5% (vs 62,9% pada semester I tahun 2024) akibat perluasan kapasitas.

(Disclaimer on)

1 thought on “Tak Perluas Fasilitas BPJS, Mitra Keluarga (MIKA) Bukukan Laba Melonjak 6,5% Didukung GPM 54,7%”