Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto. Foto: Istimewa.
Oleh Ryan Kiryanto,
Ekonom Senior dan
Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)
UKMDANBURSA.COM – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berakhir besok (17/9/2025) diperkirakan menahan suku bunga acuan di level 5%. BI Rate akan ditahan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi ekonomi domestik yang masih on track, serta kebijakan fiskal yang agresif dan pro-growth (terutama penempatan dana Rp 200 triliun ke Bank Himbara dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk).
Pertimbangan lainnya adalah untuk menjaga kelanjutan kestabilan nilai tukar rupiah, menjaga laju inflasi tetap dalam target (2,5 +/- 1%), dan mengantisipasi peluang Bank Sentral Amerika Serikat menahan suku bunga acuan atau menurunkan Fed Funds Rate sebesar 25 bps. Saat ini, Fed Funds Rate masih 4,25-4,5%.
FFR ini sudah ditahan selama sembilan bulan. The Fed dalam pertemuannya tanggal 17 September waktu AS kemungkinan besar akan menurunkan bunganya.
Artikel pilihan:
Bunga Utang Pemerintah Melebihi Belanja Modal, ‘Gebrakan Rp 200 Triliun’ Purbaya Sulit Dorong Pertumbuhan
BI Cukup Agresif
Kemungkinan ditahannya BI Rate pada RDG bulan ini juga mengingat BI telah cukup agresif menurunkan bunga acuan di bulan-bulan sebelumnya. Pada Januari, Mei, Juli, dan Agustus tahun ini, BI Rate telah dipangkas masing-masing 25 bps, dari 6% Desember 2024 menjadi kini 5%.
Bertahannya BI Rate di level 5% tetap mengindikasikan stance kebijakan bank sentral yang propertumbuhan, tanpa mengendurkan stance prostabilitas. Untuk RDG bulan ini, BI diibaratkan mengambil masa jeda (pausing period), untuk kemudian di bulan-bulan berikutnya berpeluang menurunkan satu kali lagi BI rate sebesar 25 bps menjadi 4,75% hingga akhir tahun 2025.

Berita pilihan:
Kenapa Pasar Tidak Menghukum Trump?
Penurunan suku bunga ke depan masih dimungkinkan untuk menjaga momentum pertumbuhan, bila data makroekonomi dan moneter domestik serta faktor eksternal (global/regional) terkendali dan mendukung. ***
