Ketua Umum Wamti Agusdin Pulungan. Foto: Dokumentasi pribadi.
TANGERANG, ukmdanbursa.com – Jika konflik antara kubu Israel dan Amerika Serikat dengan Iran terus berlanjut, dampaknya akan signifikan ke sektor pangan dan pertanian secara luas. Kenaikan harga energi telah mendorong lonjakan harga pupuk global, yang pada akhirnya akan meningkatkan biaya produksi dan harga jual pangan di banyak negara, termasuk Indonesia.
Ketua Umum Wamti Agusdin Pulungan mengatakan, serangan ke Iran dan aksi balasan Iran ke Israel dan AS di kawasan Teluk Persia sudah mengganggu jalur pengiriman energi dunia. “Masalahnya ada di Selat Hormuz, yang merupakan satu-satunya jalur laut dari Teluk Persia ke laut lepas. Di selat ini biasanya lewat sekitar ±27% ekspor minyak dunia, ±20% ekspor LNG (gas alam cair) global, dan sekitar 20–30% perdagangan pupuk dunia (urea, amonia, fosfat, hingga sulfur),” katanya di Tangerang, Sabtu (7/3/2026).
Artikel pilihan:
Protein Power: Senjata Indonesia Hadapi Geopolitik Memanas

Karena ada serangan drone dan roket ke kapal tanker, lanjut dia, risiko pelayaran di sana naik drastis. Akibatnya, biaya asuransi kapal juga melonjak tinggi.
“Banyak kapal mulai menghindari jalur ini. Sejak konflik memanas, volume pengiriman yang lewat Selat Hormuz dilaporkan turun lebih dari 70%. Kalau kondisi ini berlangsung lama, maka dampaknya makin signifikan ke harga energi dan pupuk global, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi biaya produksi pangan di Indonesia,” tandasnya.
Harga Makanan Melambung
Setelah serangan Israel di Februari 2026, harga spot pupuk urea di kawasan Laut Hitam tercatat meroket tembus USD 472 per metrik ton pada akhir bulan lalu. Harga ini melonjak 20% lebih dibanding awal Januari.
Sementara itu, Badan Pusat Statistis mencatat, pada bulan Februari 2026 terjadi inflasi sebesar 0,68 persen secara month to month (mtm). Hal itu berbalikan arah dibanding pada Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen dan pada Februari 2025 deflasi 0,48 persen. Inflasi ini terutama disumbang lonjakan harga makanan dan minuman.
Artikel pilihan:
Booming Industri Herbal dan Ancaman Produk Tiruan

Meski dalam struktur biaya pertanian pupuk bukan komponen terbesar, namun perannya tercatat sangat strategis. Kenaikan harga pupuk dapat segera meningkatkan biaya produksi dan berisiko menekan produktivitas serta pasokan pangan. ***
