Kadin Indonesia PPPA bersama Iwapi-MUSIAD Indonesia dan Femina Wirausaha Perempuan saat menghadirkan talk show pemberdayaan perempuan bertema Kewirausahaan dan Akses Permodalan. Foto: Kadin/ukmdanbursa.com.
JAKARTA, ukmdanbursa.com – Kadin Indonesia PPPA bersama Iwapi-MUSIAD Indonesia dan Femina Wirausaha Perempuan menghadirkan talk show pemberdayaan perempuan bertema Kewirausahaan dan Akses Permodalan. Talk show ini diadakan melalui program Women Entrepreneur Goes to Campus – Build Your Passion Into Business, yang bertujuan membuka wawasan mahasiswi mengenai peluang usaha, strategi permodalan, serta pentingnya kolaborasi lintassektor.
“Dalam rangka memperingati Hari Ibu (22 Desember) serta memperkuat peran perempuan dalam ekosistem usaha nasional, MUSIAD Indonesia dan Kadin Indonesia menyelenggarakan talk show bertema kewirausahaan dan akses permodalan. Kegiatan ini merupakan implementasi MoU antara kedua organisasi dan melibatkan Femina serta Iwapi sebagai mitra, dengan dukungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Kolaborasi semacam ini merupakan langkah nyata untuk membangun ekosistem kewirausahaan perempuan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang PPPA Tatyana Sutara, dalam keterangan yang disampaikan pada Minggu (14/12/2025).
Acara menghadirkan tiga narasumber, yakni Dyah Trisnawati (Venture Capitalist), Shelly Damayanto (Founder Garilano Craft), dan Sere Kalina Florencia (Co-Founder & CEO Gamecomn Indonesia). Sesi dipandu Alfath Alima Hakim dan diikuti 100 mahasiswi Universitas Persada Indonesia YAI dari berbagai fakultas.
Hadir pula Menteri PPPA Arifah Fauzi, Ketua DPP Iwapi Nita Yudi, dan Chief Brand Officer Femina Zornia Herisantoso. Ada juga perwakilan MUSIAD Indonesia dan Kedutaan Besar Turkiye.
Artikel pilihan:
Mendobrak Elitisme, Mampukah OJK Memanfaatkan AI untuk Mendemokratisasi Akses Pembiayaan Ekuitas?
Pengusaha Berdaya Saing
Nita Yudi menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan hanya dapat dicapai melalui sinergi berkelanjutan, terutama dalam memperluas akses permodalan. “Dengan dukungan Edutolia Education, Tramotech, Akademi Bisnis Indonesia, dan para sponsor lainnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi perempuan pengusaha muda yang inovatif dan berdaya saing,” tandasnya.
Terkait MoU Kadin Indonesia dan MUSIAD Indonesia, Tatyana mengatakan, nota kesepahaman tersebut menjadi dasar kolaborasi strategis dalam peningkatan kapasitas perempuan pelaku usaha. Upaya ini dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, akses permodalan, perluasan jejaring, dan program pemberdayaan lintassektor.
“Kamar Dagang dan Industri Indonesia adalah organisasi resmi yang mewadahi seluruh pelaku usaha di Indonesia. Kadin berperan dalam advokasi, fasilitasi kebijakan, pembangunan ekosistem usaha, serta kerja sama nasional dan internasional, dengan komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, termasuk bagi perempuan pengusaha,” imbuhnya.

Artikel terkait:
Indonesia Takes the Lead: From Observer to Guardian of World Peace
Sementara itu, MUSIAD Indonesia adalah bagian dari Müstakil Sanayici ve İşadamları Derneği yang berpusat di Turkiye dan memiliki jaringan global. MUSIAD Indonesia berfokus pada perluasan hubungan dagang Indonesia–Turkiye serta pemberdayaan pelaku usaha, termasuk melalui unit Women Entrepreneurs yang mendukung perempuan pengusaha melalui akses jejaring, kolaborasi, dan penguatan kapasitas.

1 thought on “Kadin Indonesia PPPA, Iwapi-MUSIAD, dan Femina Tingkatkan Pemberdayaan Wirausaha Perempuan”