Ketua Umum API Jemmy Kartiwa. Foto: API.
JAKARTA, ukmdanbursa.com – API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) menyatakan dukungan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pemberantasan importasi ilegal. Langkah pemerintah ini akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia.
Ketua Umum API yang baru saja terpilih secara aklamasi di Munas API, Jemmy Kartiwa, menyatakan bahwa masalah utama paling dominan dari terkendalanya pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil dalam negeri adalah importasi ilegal. Karena itu, API mendukung semangat Menteri Keuangan untuk mengatasi masalah ini.
Jemmy juga menegaskan bahwa importasi ilegal mengakibatkan negara kehilangan salah satu sumber pemasukan yang penting, yaitu pajak impor atau bea masuk. “Tetapi ada yang lebih penting lagi. Akibat dari importasi ilegal yang berlebihan pasti merusak kapasitas industri nasional. Ini karena produk-produk domestik menghadapi persaingan tidak sehat dengan produk impor ilegal yang tidak membayar pajak. Akibatnya, pendapatan negara dari setoran pajak industri juga akan menurun,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Berita pilihan:
Mirae: Menkeu Baru Dorong Kinerja Bank Membaik Asalkan NPL Tak Naik
Perbaiki Peraturan Impor
Selama masa pandemi Covid-19 sampai saat ini, banjir impor produk sudah melanda Indonesia. Impor itu berasal dari negara lain yang kini mengalami overstock, sehingga mereka menjual murah barang jadi ke Indonesia.
Jemmy juga menegaskan dua saran kepada pemerintah. Pertama yaitu perlunya pemerintah menyusun strategi entry point (pelabuhan) khusus untuk importasi pakaian jadi, yang bertujuan untuk melindungi industri TPT terutama garmen domestik. Ini sebagaimana pemerintah pernah melakukan untuk importasi buah-buahan luar negeri, yang disesuaikan agar tidak terjadi pricing predatory. “Tentu, hal ini tidak diberlakukan untuk importasi bahan baku dan bahan intermediate,” ujarnya.
Kedua, saran agar peraturan segera diperbaiki untuk importasi produk jadi, termasuk TPT yang saat ini marak dilakukan melalui impor dengan kontainer borongan. Impor dengan kontainer borongan mengakibatkan negara kehilangan pendapatan bea masuk yang sangat besar, namun tidak bisa diketahui angka kerugiannya.l

Berita pilihan:
Utang Luar Negeri Denominasi Renminbi, Bagaimana Mengubah Peta Dunia?
“Dalam produk-produk impor borongan, diduga terjadi praktik-praktik korupsi dengan tanpa memeriksa detail barang-barang impor dan bea masuknya. Kalau Pak Menkeu benar benar seriusin misinya untuk memberantas impor ilegal apa pun jenis produk dan modusnya, maka negara akan mendapatkan pemasukan yang lebih besar dari pajak dari hasil industri domestik,” kata Jemmy.
Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap memberantas impor ilegal. Menurutnya, salah satu akar masalah yang mengganggu persaingan usaha dalam negeri adalah maraknya penyelundupan barang impor.
“Ini seperti penyelundupan melalui pelabuhan tertentu namun memiliki dampak yang besar terhadap industri lokal. Pertama kami akan beresin itu, yang penyelundupan-penyelundupan yang palsu-palsu, yang impor nggak jelas, yang ilegal,” ujar Purbaya.
API sebagai asosiasi yang menampung industri tekstil dan produk tekstil dari hulu ke hilir, tegas Jemmy, menyatakan 100% dukungan kepada Menteri Keuangan.
